Perjalanan Amed ke Ubud dan Tempat Wisata Searah yang Menarik Disinggahi
26 October 2026 5x Blog
Paket Tour Group Bali Nusa Penida – Meninggalkan ketenangan pesisir Amed menuju kawasan hijau Ubud sering kali memunculkan rasa dilema di benak wisatawan. Jalanan aspal Bali Timur membentang cukup panjang melewati perbukitan tandus sampai akhirnya berubah menjadi deretan sawah hijau di Gianyar. Banyak pelancong menganggap rute ini hanya sekadar perpindahan penginapan biasa. Padahal, waktu tempuh beberapa jam tersebut sebenarnya bisa diubah menjadi rangkaian petualangan kecil yang menyenangkan tanpa perlu membuat jadwal tur terpisah di hari lain.
Beberapa titik populer seperti Tirta Gangga, Taman Ujung, Desa Tenganan Pegringsingan, hingga Goa Lawah berada dalam koridor rute Karangasem dan pesisir Klungkung. Masalahnya, tidak semua destinasi tersebut persis berada di pinggir jalan raya utama. Beberapa titik menuntut pengemudi berbelok cukup jauh ke jalan desa. Memilih tempat singgah harus benar benar disesuaikan dengan kondisi fisik, waktu, dan jam check in hotel di Ubud.
Jalur pedesaan seperti Sidemen juga menawarkan pesona yang sangat kontras dengan garis pantai Candidasa. Kunci perjalanan santai ini bukan terletak pada berapa banyak titik yang berhasil dikunjungi dalam satu hari, melainkan kenyamanan menikmati perjalanan tanpa rasa diburu waktu.
Memahami Pilihan Rute dari Amed Menuju Ubud
Amed berada di ujung timur Karangasem, sementara Ubud terletak di dataran Gianyar yang sejuk.
Perjalanan darat kedua wilayah ini rata rata memakan waktu sekitar tiga jam jika berkendara lurus tanpa berhenti sama sekali. Durasi tersebut sangat mudah membengkak menjadi lima jam begitu mobil terkena hambatan truk muatan atau cuaca mendung tebal di jalur bukit. Anda perlu menentukan arah utama sejak pagi hari sebelum kunci kamar diserahkan ke resepsionis.
Jalur pertama menyusuri pesisir Karangasem menuju Candidasa, lalu berlanjut ke Klungkung dan masuk ke Gianyar. Rute ini sangat pas untuk pelancong yang ingin menyaksikan megahnya taman air warisan kerajaan kuno atau mampir ke pura tepi pantai.
Jalur kedua membelah kawasan pedalaman menuju perbukitan Sidemen. Jalur ini menyuguhkan pemandangan terasering sawah hijau, lembah sungai jernih, dan ketenangan hidup warga desa. Menyatukan kedua rute dalam satu kali perjalanan sangat tidak disarankan karena hanya akan menghabiskan energi Anda di dalam mobil.
Tirta Gangga, Kolam Air Dingin Penghilang Penat
Keluar dari gang penginapan di Amed saat matahari mulai terik, Tirta Gangga menjadi tempat perhentian paling masuk akal setelah sekitar empat puluh menit berkendara.
Taman air peninggalan Kerajaan Karangasem ini berlokasi di Desa Ababi. Hawa di sini seketika berubah lebih sejuk berkat rimbunnya pepohonan tua dan mata air pegunungan alami yang tidak pernah berhenti mengalir. Begitu melangkahkan kaki di atas batu pijakan bundar yang melayang di atas kolam, Anda akan dikerumuni puluhan ikan koi emas berukuran besar yang tampak selalu lapar.
Raja Karangasem Anak Agung Anglurah Ketut Karangasem merancang sendiri tempat peristirahatan ini pada abad ke 20. Beliau memadukan seni pahat patung khas Bali dengan arsitektur air yang memikat. Kunjungan sekitar satu jam di sini sudah sangat cukup untuk sekadar merenggangkan kaki kaku, mengambil beberapa foto, dan menikmati secangkir kopi hangat sebelum kembali melanjutkan laju kendaraan.
Taman Ujung Soekasada dan Kemegahan Arsitektur Kerajaan
Bagi yang masih penasaran dengan sejarah kerajaan Bali Timur, Taman Ujung Soekasada menawarkan atmosfer yang sangat berbeda dari Tirta Gangga.
Kompleks taman istana air ini berada di kawasan Tumbu. Kolamnya jauh lebih luas dengan jembatan panjang bergaya kolonial yang membelah air tenang, memantulkan bayangan langit biru dan perbukitan sekitarnya. Sentuhan arsitektur Eropa dan Bali berpadu rapi di setiap tiang bangunan Bale Gili yang kokoh berdiri di tengah kolam.
Jika Anda sanggup menaiki puluhan anak tangga menuju bangunan pilar tanpa atap di bagian atas bukit, lanskap memukau akan menyambut Anda. Garis laut biru membentang di kejauhan, kontras dengan hijau bukit di belakangnya. Lokasi ini menuntut waktu ekstra karena tidak berada persis di jalur tercepat menuju Ubud. Mengunjungi Tirta Gangga sekaligus Taman Ujung dalam satu hari sering kali membuat fisik terlalu lelah, jadi pilihlah salah satu yang paling sesuai dengan selera Anda.
Desa Tenganan Pegringsingan, Lorong Waktu Tradisi Bali Aga
Memasuki kawasan Candidasa, sebuah plang kecil mengarahkan kendaraan menuju pedalaman Desa Tenganan Pegringsingan.
Desa kuno ini merupakan rumah bagi masyarakat Bali Aga yang teguh menjaga tata hidup leluhur jauh sebelum era kerajaan luar masuk ke pulau ini. Deretan rumah bata merah beratap alang alang tersusun simetris menghadap halaman desa berlantai batu kali. Suasana begitu hening. Sesekali Anda hanya akan mendengar denting suara alat tenun kayu tradisional yang dioperasikan para perempuan lokal di teras rumah mereka.
Dari jemari terampil mereka lahir kain tenun Geringsing. Proses pewarnaan alami kain ini menggunakan akar serta dedaunan hutan, memakan waktu berbulan bulan bahkan bertahun tahun untuk satu helai kain sempurna. Masyarakat desa meyakini kain tersebut memiliki kekuatan spiritual penolak bala. Berkunjung ke desa ini membutuhkan sikap santun dan rasa hormat yang tulus karena Anda sedang melangkah masuk ke tengah ruang hidup adat yang sakral, bukan sekadar latar foto wisata.
Untuk wisatawan yang ingin menjelajahi kawasan ini secara khusus dan mendalam, Bali Aga Tour memiliki Paket Tour Desa Tenganan dan Tirta Gangga yang sudah merangkum kunjungan ke Tenganan, Tirta Gangga, dan Virgin Beach dalam rencana perjalanan mandiri di luar agenda pindah hotel.
Pura Goa Lawah, Gemuruh Kelelawar di Tepi Laut Klungkung
Laju mobil yang terus menyusuri jalan raya utama menuju barat akhirnya akan membawa Anda melintasi kawasan Desa Pesinggahan di Klungkung.
Aroma dupa harum dan deburan ombak Selat Badung tercium begitu pintu mobil dibuka di pelataran Pura Goa Lawah. Letaknya yang persis di tepi jalan utama membuat tempat ini menjadi persinggahan paling praktis tanpa perlu memutar jalan.
Pusat perhatian pura ini berada pada mulut gua alami di kaki tebing karang. Ribuan kelelawar menggantung rapat di langit langit gua, mengeluarkan suara dengung khas yang bersahut sahutan sepanjang hari. Tempat suci ini memegang peranan penting dalam ritual keagamaan Hindu Bali, khususnya upacara penghormatan roh leluhur. Pengunjung wajib mengenakan pakaian sopan serta kamen dan selendang, sembari tetap menjaga jarak aman demi menghormati umat yang sedang melangsungkan persembahyangan.
Perhentian di Goa Lawah ini otomatis terlewat jika Anda memutuskan berbelok ke rute pegunungan Sidemen sejak awal.
Jalur Alternatif Melalui Lembah Hijau Sidemen
Bosan dengan jalur pesisir yang dipenuhi deru kendaraan berat. Rute pedalaman Sidemen menyajikan pengalaman yang benar benar kontras.
Jalan aspal di jalur ini berkelok manis mengikuti lekuk bukit. Kaca jendela mobil bisa Anda buka selebar mungkin untuk menghirup udara pedesaan yang sejuk dan bersih. Hamparan terasering sawah terbentang luas bagai permadani hijau di lembah Sungai Telaga Waja, dengan siluet megah Gunung Agung yang sesekali menyembul di balik kabut tipis.
Ritme hidup di Sidemen berjalan sangat tenang. Anda bisa menepi sejenak di warung kopi lokal pinggir jalan, menyaksikan para petani membajak sawah, atau melihat perajin merajut kain endek tradisional. Namun, pengemudi harus tetap waspada karena badan jalan di perbukitan ini relatif lebih sempit dan memiliki banyak tikungan curam. Jalur ini paling nikmat dilalui jika Anda memang berniat santai dan tidak terburu buru mengejar janji makan malam di pusat Ubud.
Baca juga Menelusuri Jejak Desa Sembiran Buleleng, Desa Tua di Bali Utara
Apakah Masuk Akal Singgah di Pura Lempuyang Menuju Ubud
Banyak pelancong tergoda memasukkan Pura Lempuyang ke dalam rencana perjalanan karena foto gerbang megah berlatar Gunung Agung yang sangat tersohor.
Secara geografis, pura ini berada di lereng Gunung Lempuyang yang menuntut perjalanan memanjat bukit terjal dari jalur utama. Anda harus berganti menaiki shuttle bus lokal dari kantong parkir, melewati proses antrean tiket yang panjang, lalu menunggu giliran berfoto yang bisa memakan waktu hingga tiga jam saat musim ramai.
Membawa tumpukan koper di bagasi mobil sambil menunggu antrean berjam jam sering kali menguras habis energi Anda sebelum tiba di Ubud. Hari yang seharusnya menyenangkan bisa berubah melelahkan seketika.
Apabila Lempuyang menjadi prioritas utama impian Anda, lebih bijak mengambil tur terpisah di hari lain. Bali Aga Tour menyediakan opsi Lempuyang – Tirta Gangga Tour yang memang dirancang khusus agar wisatawan bisa menikmati kedua destinasi tersebut secara fokus tanpa beban koper perjalanan.
Mengatur Jumlah Tempat Singgah yang Realistis
Menikmati perjalanan darat Bali Timur butuh strategi pemilihan destinasi yang masuk akal.
Berangkat sekitar pukul sembilan pagi dari Amed memberi Anda ruang gerak yang sangat leluasa. Memilih dua tempat singgah adalah keputusan paling ideal agar sore hari Anda sudah bisa duduk santai menyeruput teh di teras vila kawasan Ubud. Anda bisa menggabungkan Tirta Gangga dengan Desa Tenganan, lalu menutupnya dengan makan siang ikan bakar di Candidasa.
Bagi penikmat alam sejuk, kombinasi Tirta Gangga dan menyusuri lembah Sidemen adalah perpaduan yang sangat harmonis. Jangan memaksakan singgah di lebih dari tiga tempat. Perjalanan darat dengan terlalu banyak jadwal berhenti hanya akan membuat liburan terasa seperti kejar setoran.
Persiapan Praktis Saat Pindah Hotel
Perjalanan berpindah penginapan selalu membawa tantangan tersendiri terkait keamanan dan kepraktisan barang bawaan.
Koper besar, ransel, dan perlengkapan snorkeling basah dari Amed biasanya menumpuk di bagasi belakang. Pastikan barang penting seperti paspor, uang tunai, dan kamera digital tetap Anda simpan di dalam tas jinjing kecil yang selalu menempel di tubuh saat keluar dari kendaraan.
Sediakan juga kain pantai atau selendang di kursi penumpang agar Anda tidak repot membongkar koper ketika hendak memasuki area suci seperti pura. Kenakan sandal jalan yang nyaman karena pelataran bebatuan di Tirta Gangga maupun Tenganan menuntut Anda berjalan cukup aktif di bawah terik matahari.
Menyewa Mobil dengan Sopir untuk Perjalanan Amed ke Ubud
Mengemudi sendiri melintasi rute antar kabupaten yang belum pernah Anda lalui sering kali memicu rasa tegang, terutama saat bertemu jalan sempit dan tanjakan curam di perbukitan Karangasem.
Menyewa mobil lengkap dengan sopir lokal berpengalaman menjadi jalan keluar paling nyaman bagi perjalanan jarak jauh seperti ini. Anda bebas memejamkan mata beristirahat selama perjalanan, menikmati pemandangan alam tanpa pusing melihat peta navigasi, dan barang bawaan di dalam mobil pun tetap aman terjaga saat Anda berkeliling lokasi wisata.
Untuk kenyamanan perjalanan lintas wilayah ini, Bali Aga Tour menyediakan layanan sewa mobil di Bali dengan sopir yang fleksibel menyesuaikan rute singgah impian Anda. Pastikan Anda menyampaikan rute awal penjemputan di Amed dan rencana titik persinggahan sejak awal agar pengemudi bisa memperhitungkan waktu tempuh secara matang.
Perjalanan melintasi Bali Timur menuju Ubud pada akhirnya adalah tentang menikmati setiap kilometer jalan yang dilalui. Saat roda mobil bergulir meninggalkan aroma laut Amed menuju segarnya hawa Ubud, Anda membawa pulang cerita tentang sudut Bali yang tenang, kaya sejarah, dan sarat tradisi luhur.
Mungkin Anda tertarik membaca artikel berikut ini.
Ceking Tegalalang Menyusuri Keindahan Terasering di Bali yang Bikin Hati Adem
Paket Tour dari Bandar Lampung ke Bali Plus Tiket Pesawat – Bicara soal Bali, pasti yang kebayang di kepala itu pantai, sunset yang magis, atau pura-pura yang kokoh. Tapi Bali itu punya banyak wajah, bukan cuma soal laut. Ada satu tempat yang mungkin nggak sepopuler pantai Kuta atau Sanur, tapi pesonanya beda banget dan bisa... selengkapnya
Cara Liburan ke Bali Tanpa Ribet (Cocok untuk Keluarga & Pemula)
Paket Tour Desa Taro – Liburan ke Bali itu kelihatannya gampang sekali kalau dilihat di internet, tapi kalau sudah sampai di sana biasanya banyak orang yang merasa pusing sendiri. Apalagi kalau kamu bawa keluarga atau baru pertama kali ke Bali, pasti bingung mau jalan-jalan ke mana, pakai kendaraan apa, dan jadwalnya harus bagaimana. Sebenarnya liburan... selengkapnya
Pantai Tanjung Simah Surga Tersembunyi di Ujung Uluwatu
Paket tour 2 hari 1 malam di Bali – Kamu pernah denger Pantai Tanjung Simah? Kalau belum, wajar kok. Pantai ini emang masih jadi rahasia kecilnya Bali, belum banyak orang yang tahu. Tapi justru itu yang bikin dia spesial banget. Letaknya di daerah Uluwatu sana, agak mojok gitu, jadi pas buat kamu yang lagi nyari... selengkapnya
Kontak Kami
Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.
-
Hotline
082144665050 -
Whatsapp
082144665050 -
Messenger
baliagatour -
Email
info@baliagatour.co.id



Belum ada komentar