Hotline 082144665050
Informasi lebih lanjut?
Home » Blog » Desa Penghasil Kopi Terbaik di Bali

Tour Kintamani – Bali bukan cuma soal pantai yang cantik atau tari tarian yang magis. Pulau ini menyimpan cerita panjang tentang biji kopi yang dirawat dengan hati. Di dataran tingginya, aroma wangi dari biji kopi yang baru dipetik langsung menusuk hidung sejak matahari baru muncul. Hamparan pohon hijau menjadi pemandangan harian warga lokal yang menggantungkan hidup dari tanah subur itu. Saya ingat pertama kali menginjakkan kaki di kebunnya, rasanya magis.

Datang langsung ke desa kopi memberikan pengalaman yang jauh berbeda daripada sekadar duduk manis di kafe estetik kota besar. Anda bisa menyentuh daunnya langsung. Proses panjang dari buah merah di pohon sampai jadi bubuk hitam pekat terpampang jelas di depan mata. Perjalanan semacam ini sering kali membuat setiap sesapan kopi terasa jauh lebih bermakna karena ada keringat petani di dalamnya.

Mengapa Kopi Bali Memiliki Cita Rasa Khas?

Rahasianya ada pada tanah. Sebagian besar kebun kopi di Bali bersembunyi di lereng gunung yang dingin dengan tanah vulkanik yang kaya nutrisi. Alam sangat berbaik hati di sini. Kondisi lingkungan yang unik ini membuat tanaman kopi tumbuh bahagia dan menghasilkan rasa buah yang khas.

Warga lokal juga punya cara sendiri. Mereka menolak instan dan memilih setia pada tradisi warisan leluhur yang sudah berjalan ratusan tahun. Perpaduan antara berkah alam, hawa sejuk, dan ketelatenan tangan manusia melahirkan kualitas yang diakui dunia.

Desa Catur, Sentra Kopi Arabika Kintamani

Desa Catur menjadi titik awal yang wajib dikunjungi bagi pencinta Arabika sejati. Lokasinya yang sangat tinggi membuat udara di sini selalu dingin menggigit. Suhu dingin inilah yang memicu buah kopi matang lambat namun menghasilkan rasa asam segar buah yang sangat pekat.

Ketika kaki melangkah menyusuri jalan setapak, bukit bukit penuh pohon kopi langsung menyambut. Musim panen adalah waktu paling meriah. Tawa para petani yang sedang memetik buah kopi merah menjadi musik alami yang menenangkan hati.

Desa Belantih

Bergerak sedikit dari pusat Kintamani, ada Desa Belantih yang tidak kalah memikat. Perkebunan di sini menyebar di lereng lereng curam dengan latar belakang gunung yang kokoh menjulang. Indah sekali.

Berjalan pelan di antara barisan pohon sambil menghirup udara bersih instan menghilangkan stres. Di sudut desa, beberapa warga lokal biasanya ramah menawarkan cangkir hangat berisi hasil sangrai rumahan. Rasanya jujur dan pekat.

Desa Mengani

Desa Mengani punya peran besar dalam menjaga nama baik kopi Kintamani di pasar internasional. Perkebunan diurus dengan standar ketat tanpa kehilangan sentuhan tradisionalnya. Biji kopi dari sini selalu jadi rebutan para pemburu kopi khusus.

Sembari melihat hamparan hijau, Anda bisa melihat keseharian warga yang ramah. Mereka hidup selaras dengan alam sekitar. Kunjungan ke sini menyadarkan kita bahwa kopi yang enak berawal dari ketulusan merawat tanaman.

Desa Pedawa

Sekarang kita pindah ke bagian utara, tepatnya di Desa Pedawa yang berada di wilayah Buleleng. Suasananya sangat berbeda dengan Kintamani. Desa ini merawat sejarah panjang lewat varietas kopi lokal yang jarang ditemukan di tempat lain. Mereka juga memakai alat alat tua untuk mengolah hasil panen.

Waktu seolah berhenti saat berada di sini karena suasananya begitu damai. Jalanan berliku menyuguhkan bukit hijau yang menyejukkan mata sepanjang jalan.

Baca juga Deretan Pantai yang Pas untuk Memancing di Bali

Menyaksikan Proses Pengolahan Kopi

Bagian paling seru dari perjalanan ini adalah melihat dapur produksinya secara langsung. Semua dilakukan manual. Mulai dari memilih buah merah yang pas, menjemur di bawah matahari, menyangrai di atas wajan tanah liat, sampai menumbuknya menjadi bubuk halus. Semua butuh kesabaran ekstra.

Asap tebal beraroma gosong manis dari ruang sangrai langsung membuat perut hangat. Banyak pelancong mendadak terdiam di sini. Mereka baru sadar kalau segelas kopi yang habis dalam lima menit ternyata butuh proses berbulan bulan.

Mencicipi Kopi Langsung dari Daerah Asalnya

Petualangan tidak akan lengkap tanpa mencicipi air seduhannya langsung di tempat. Kopi yang disajikan di desa asal punya rasa yang sangat jujur dan segar karena baru saja melewati mesin sangrai. Keren rasanya.

Sambil memegang cangkir hangat, obrolan santai dengan warga lokal biasanya mengalir begitu saja tentang sejarah kebun atau mitos desa. Momen sederhana seperti inilah yang biasanya paling membekas dalam ingatan saat pulang nanti.

Tips Berkunjung ke Desa Penghasil Kopi

Datanglah saat pagi buta. Udara masih bersih dan petani baru saja memulai aktivitas mereka di ladang. Pastikan cek kalender panen kalau mau melihat buah kopi yang memerah penuh di pohon.

Pakai sepatu yang nyaman karena medan kebun biasanya menanjak dan licin setelah hujan. Bawa kamera terbaik Anda. Pemandangan hijau berlapis kabut tipis di sana terlalu berharga untuk dilewatkan begitu saja.

Jelajahi Wisata Kopi Bali Bersama Bali Aga Tour

Menyusuri desa kopi tersembunyi di Bali tentu butuh perencanaan matang agar perjalanan tetap seru tanpa tersesat. Bali Aga Tour bisa menjadi teman perjalanan yang tepat untuk mengantar Anda menembus dinginnya Kintamani atau menjelajahi keunikan Buleleng. Agenda perjalanan bisa diatur sangat fleksibel.

Kami menyediakan paket wisata lengkap sekaligus pilihan sewa mobil yang beragam. Tersedia Toyota Innova yang tangguh, Toyota Hiace untuk rombongan keluarga besar, hingga mobil listrik ramah lingkungan. Perjalanan menikmati aroma kopi dan keindahan alam Bali kini jadi lebih praktis juga nyaman.

Belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Komentar Anda*Nama Anda* Email Anda* Website Anda

Mungkin Anda tertarik membaca artikel berikut ini.

paket tour 6 hari bali

Paket Tour Bali 6 Hari Tanpa Hotel

24 June 2015 509x Paket Tour Bali Tanpa Hotel

Butuh berapa hari untuk liburan di Bali? Pertanyaan ini sering sekali kami dapatkan dari para Customer. Tidak ada jawaban yang tepat untuk pertanyaan ini, karena Bali memiliki banyak keindahan dari segenap aspek. Paket Wisata Bali 6 Hari Tanpa Hotel sangat cocok untuk anda yang memiliki waktu panjang berlibur di Pulau Dewata. Berikut detail Paketnya :... selengkapnya

Testimonial Ibu Aulia Agustina

Testimonial Ibu Aulia Agustina

20 February 2019 417x Uncategorized

Semuanya baik, saya sangat senang selama liburan di Bali bersama Bali Aga Tour. Untuk beli Komang, terimakasih kami sangat senang. Terimakasih dan Sukses selalau Balia Aga. selengkapnya

Juanita

Juanita

21 August 2018 447x Uncategorized

Overall very good, driver very patient & friendly. Hotel service is good. Baliaga Tour Whatsapp team is helpful & patient in answering questions. Thank you so much!. selengkapnya

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.